Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Januari 2013

ZINA, Membawa Sengsara Dunia Akhirat


Wahai remaja muslim di mana pun kalian berada. Bacalah fakta-fakta berikut ini.
Menurut hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia tahun 2002-2003 yang dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ditemukan fakta bahwa remaja Indonesia yang mengaku pernah berhubungan seksual sebelum menikah pada usia 14-19 tahun mencapai 34,7% untuk perempuan dan 30,9% untuk laki-laki.
Penelitian Komnas Perlindungan Anak (KPAI) di 33 Provinsi pada bulan Januari-Juni 2008 menyimpulkan empat hal: Pertama, 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno. Kedua, 93,7% remaja SMP dan SMA pernah ciuman, genital stimulation (meraba alat kelamin) dan oral seks. Ketiga, 62,7% remaja SMP tidak perawan. Dan yang terakhir, 21,2% remaja mengaku pernah aborsi.
Pada tahun yang sama Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Penelitian Bisnis dan Humaniora (LSCK-PUSBIH) menemukan fakta yang lebih mengagetkan lagi. LSCK-PUSBIH melakukan penelitian terhadap 1.660 mahasiswi di Yogyakarta. Hasil yang mereka dapatkan, 97,05% mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang kegadisannya dan 98 orang mengaku pernah melakukan aborsi.
Masih di tahun 2008, Departemen Kesehatan merilis data bahwa dari 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS di Indonesia, 54 persen di antaranya adalah remaja.
Sebuah hasil survey di 9 kota besar pada tahun 2011, membuktikan bahwa 69,9 persen remaja di Indonesia sudah melakukan hubungan seks bebas. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang sudah melakukan perbuatan terlarang ini sejak berusia 14 tahun. Biasanya kegiatan seks bebas ini dibungkus dengan permintaan bukti janji kesetiaan cinta.
Sungguh, fakta-fakta yang menyayat hati…
Astaghfirulloh
Astaghfirulloh
Astaghfirulloh al-‘adhim wa atubu ilaih…
Wahai remaja muslim yang dicintai Alloh ta’ala, menjauhlan dari neraka, menjauhlah dari zina. Bacalah surat cinta dari Tuhanmu.
“Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya perbuatan zina itu adalah keji dan jalan yang paling buruk”. (al-Isro: 32).
Tahukah kamu apa zina itu?
Zina adalah persetubuhan antara pria dan wanita yang tidak memiliki ikatan perkawinan yang sah menurut syariat Islam. Zina adalah salah satu dosa besar yang harus kita hindari dengan segenap jiwa raga dan dengan segala upaya.
Rasulullah Saw bersabda, “Tidak ada dosa yang paling besar di sisi Allah sesudah syirik kepada Allah, dapat melebihi dosa orang yang menumpahkan air mani (sperma)nya pada perempuan yang tidak halal.” (HR Ahmad dan Thabrani).
Kamu tahu apa hukuman orang yang berzina itu? Jika pelakunya belum pernah menikah maka hukumannya adalah dicambuk 100 kali dan diasingkan selama satu tahun. Sedangkan jika pelakunya sudah pernah menikah, maka hukumannya adalah dirajam (dilempari batu) sampai mati. Mari kita baca dan resapi peringatan dari Alloh ta’ala, Tuhan kita.
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” (QS An Nuur (24): 2).
Dari Ubadah bin Shamit ra, ia berkata: Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah (hukum) dariku! Ambillah (hukum) dariku! Karena sesungguhnya Allah telah bukakan jalan bagi mereka, yaitu gadis dan jejaka dera seratus kali dan pengasingan setahun, dan yang sudah pernah menikah dengan yang sudah menikah dera seratus kali dan rajam.” (HR Muslim).
Wah kejam banget ya?! Enggak juga. Hal ini disyariatkan agar kita benar-benar menjaga kesucian nasab. Kita kan bukan binatang yang seenaknya saja melakukan “gituan” tanpa ada ikatan nikah sebelumnya. Kita ini manusia. Derajatnya lebih tinggi dari binatang. Kita melakukan “gituan” bukan hanya untuk memenuhi nafsu dan untuk berkembang biak. Kita melakukan “gituan” dalam rangka mencetak generasi yang sholih-sholihah, dengan niatan ibadah kepada Alloh ta’ala. Dan Alloh telah memberikan tuntunan kepada kita bahwa jika kita sudah ingin “gituan”, tidak kuat lagi menahan, dan memiliki kemampuan, ya menikahlah. Iya, menikah. Jadi nanti benar-benar bertanggungjawab. Ada ikatan yang sah. Kalau belum, ya tahan dulu. Puasa.
Sabda Rasulullah SAW: “wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu menanggung beban, hendaklah segera menikah.  Sebab, pernikahan itu lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Siapa saja yang belum mampu menikah, hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah perisai baginya.” (Muttafaqun ‘alihi)
Apa kamu sudah tahu siksa yang disiapkan oleh Alloh ta’ala bagi pelaku zina di akhirat nanti? Mari kita baca bersama-sama peringatan dari Alloh ta’ala.
“Dan orang-orang yang tidak syirik menyembah Tuhan yang lain beserta Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal sholeh.” (QS Al Furqan (25): 68-70).
Selanjutnya, mari kita resapi, dengan pikiran yang jernih dan hati yang bersih, nasehat dan peringatan dari kekasih kita, nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam.
Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang-orang yang berzina itu wajah-wajah mereka akan menyala-nyala api.” (HR Thabrani).
Dan kelak di neraka, para pezina kemaluannya akan membusuk dan mengeluarkan cairan yang paling busuk yang akan menjadi penyuplai minuman bagi para peminum khamer (minuman dan segala hal yang memabukkan). Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan minum khamer, niscaya Alloh akan memberi minuman kepada orang tersebut dari sumber ghutbah, yaitu sumber di dalam neraka yang berasal dari farjinya (kemaluannya) tukang zina.” (HR Abu Ya’ala dan Ahmad).
Samurah bin Jundub ra meriwayatkan, bahwa Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam telah didatangi malaikat Jibril dan malaikat Mikail, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kita berangkat dan sampailah kepada dapur api, yang sebelah atas sempit sedang sebelah bawah lebih besar, dari dalamnya terdengar suara keras.” Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami lalu menengok ke dalam ruang tungku tersebut, ternyata di situ ada orang-orang laki-laki dan orang -orang perempuan yang banyak tidak berpakaian, tiba-tiba menyalalah api dari bawah mereka dan seketika itu mereka berteriak-teriak yakni menjerit-jerit karena kepanasan, lalu aku bertanya: ‘Siapakah orang-orang itu, wahai Jibril?’ Malaikat Jibril menjawab: ‘Itulah orang laki-laki dan perempuan yang berzina dan itulah siksa mereka di hari kiamat nanti.” (HR Baihaqi).
Wah..!! tak terbayangkan betapa pedihnya siksa bagi pelaku zina itu. Jadi,  menjauhlah dari zina, ayo kita berlari menjauh dari zina seperti kita berlari menjauh dari kejaran api yang berkobar besar. Lalu bagaimana agar kita bisa menjauh dari zina..??
Pertama, gunakan mata pemberian Alloh ta’ala itu untuk melihat yang baik-baik, yang dihalalkan oleh syariat. Contoh: untuk membaca al-Quran, belajar, melihat keindahan alam. JANGAN dipakai untuk melihat aurot, itu dilarang Tuhan. JANGAN dipakai melihat gambar atau video yang menunjukkan aurot. Itu dibenci oleh Alloh Tuhanmu. Masih ingatkan batasan aurot..??
Kedua, laki-laki dilarang berdua-dua an dengan wanita yang bukan mahromnya, begitu juga sebaliknya, karena syetan lah yang senantiasa menemani mereka. Mahrom itu, ayah/ibu, kakek/nenek, anak, atau anak-anak ibumu.
Ketiga, laki-laki dilarang menyentuh   wanita yang bukan mahromnya, begitu juga sebaliknya. Kata Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam, kepala ditusuk besi itu lebih baik dari pada menyentuh yang bukan mahrom (HR. at-Thabrani).
Keempat, hindari pacaran. Waduh..! apa? Gak boleh pacaran?! Bentar-bentar, saya tanya dulu, buat apa sih pacaran? Kalau memang sudah cukup umur, punya bekal, dan ingin memiliki pasangan hidup, ya menikahlah. Iya. Menikah adalah solusi yang ditawarkan oleh Alloh ta’ala melalui rosul-Nya yang tercinta. Pacaran merupakan media yang sangat dekat dengan zina. Padahal Alloh ta’ala melarang kita mendekati zina. Itu karena Alloh ta’ala sayang banget kepada kita. Alloh tidak ingin kita terjerumus ke dalam perzinaan. Faktanya, perbuatan zina yang sangat keji ini kebanyakan diawali dari pacaran. Dari sekian responden yang mengaku pernah berhubungan seks di luar nikah, sekitar 95 % mengaku melakukan tindakan asusila tersebut bersama dengan pacarnya. Alasannya, sebagai bukti kesetiaan cinta. Astaghfirulloh. Sahabat, tidak ada yang namanya cinta itu merusak, menyengsarakan dunia akhirat. Tidak ada yang namanya cinta itu menjerumuskan kita ke jurang neraka jahannam. Cinta yang benar adalah cinta yang membangun, cinta yang mengantarkan kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Cinta yang menyebabkan Alloh ta’ala ridlo kepada pelakunya.
Kelima, mari manfaatkan waktu kita untuk belajar. Selain belajar materi pelajaran di sekolah atau di kampus, kita juga semestinya belajar tentang agama kita, agama Islam. Masak orang islam gak mau belajar tentang Islam? Kan aneh bin ajaib tu..! Ayo! Mari kita sempatkan untuk mengkaji isi al-Quran dan al-Hadits. Mari kita hadiri majelis ta’lim, majelis ilmu. Mari kita baca buku-buku agama yang tersebar di toko buku. Belajar agama Islam lewat internet juga bisa. Dan mari kita datangi para kyai dan ustadz di sekitar kita untuk menimba ilmu agama dari beliau-beliau. Kalau bukan kita yang belajar agama Islam, siapa lagi?
Keenam, mari isi waktu kita dengan aktifitas yang bermanfaat. Contoh; olahraga, kerja bakti, bersih-bersih, berkarya, berkreasi, melakukan kegiatan-kegiatan sosial, dan bekerja membantu orang tua mencari nafkah, atau bahkan kalau kita berani menjadi anak yang hebat dan mandiri, kita tidak perlu lagi minta uang ke orang tua, kita bekerja mencari uang sendiri. Apa bisa? Insyaalloh, bisa!! Sudah banyak contohnya. Teman saya ada yang berjualan kerupuk untuk memenuhi biaya kuliah dan biaya hidup sehari-hari. Ada juga yang berjualan tahu-tempe. Kalau waktu kita sudah penuh dengan aktifitas yang positif, kita gak bakalan sempat mikir “gituan”. Biasanya, kita mikir “gituan” karena banyak waktu luang.
Kedelapan, mari kita memperbanyak ibadah kepada Alloh ta’ala. Memperbanyak baca al-Quran, sholat sunnah, puasa sunnah, dan dzikr. Mari kita sering-sering ke masjid untuk mendekatkan diri kepada Alloh ta’ala. Ini ada resep dari guru saya. Silahkan mencoba. Agar kita senantiasa ingat dan dekat kepada Alloh ta’ala, biasakanlah berdzikr di dalam hati. Kapan pun dan di mana pun. Pilihlah dzikr yang paling disukai. Contoh: dzikr “Alloh”. Bacalah dzikr “Alloh” ini di dalam hati, di mana pun dan kapan pun. Ketika berangkat ke sekolah, ketika belajar, ketika berjalan, ketika naik sepeda, ketika bermain, ketika makan, bahkan ketika mandi dan ke kamar kecil. Tapi ingat ya.. dzikrnya di dalam hati. Jadi, seiring dengan detak jantung, seiring dengan hembusan nafas, kita berdzikr “Alloh… Alloh… Alloh….”
Yang terakhir dan yang paling penting, mari kita senantiasa ingat bahwa Alloh ta’ala melarang zina. Sesuatu yang dilarang Alloh ta’ala itu pasti bermudharat bagi kita baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan saking beratnya dosa zina ini, Alloh ta’ala melarang kita mendekatinya. Selain itu, malu juga kita kalau sampai melakukan sesuatu yang dibenci Alloh ta’ala Tuhan kita. Alloh ta’ala kan Maha Melihat dan Maha Mengawasi kita??
Bagaimana jika sudah terlanjur (pernah) berzina?
Jika salah satu diantara kita ada yang terlanjur berbuat zina, maka segeralah bertaubat kepada Alloh ta’ala. Mari kita kembali kepada Alloh yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jika kita benar-benar menyesal, mau minta ampun kepada Alloh dengan segenap jiwa raga, dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan ma’shiat tersebut, pasti Alloh ta’ala mengampuni kita. Pasti. Dialah Tuhan yang maha luas pengampunan-Nya.
“Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Zumar: 53)
Dan sungguh, Alloh ta’ala mencintai orang-orang yang bertaubat.
“… sesungguhnya Alloh ta’ala mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri”. (QS. AL-Baqoroh: 222)
Jadi, tunggu apalagi. Ayo kita segera bertaubat. Sebelum telat!
Tata cara bertaubat:
- Menyesali perbuatan dosa yang terlanjur diperbuat
- Memperbanyak istighfar, mohon ampun kepada Alloh ta'ala
- Bertekad sepenuh hati tidak mengulangi dosa yang dulu diperbuat 
Selain itu, salah satu syarat taubat yang harus dipenuhi adalah melaksanakan amal ibadah semaksimal mungkin. Terutama sholat fardlu lima waktu, jangan sampai ditinggalkan. Kita penuhi sisa hidup kita ini dengan amal kebaikan, amal sholih.
”Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan yang demikian itu (syirk, membunuh, berzina), niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka Allah mengganti kejahatan mereka dengan kebajikan. Dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqon: 68-70)
Remaja muslim kebanggan Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam, mari kita tutup bincang-bincang kita kali ini dengan doa. Semoga Alloh ta’ala senantiasa menjaga diri kita dan menjauhkan diri kita dari zina. Dan semoga Alloh ta’ala menjauhkan diri kita dari penyebab terjadinya zina. Amin. (tj)
Wallohu al-musta’an...

Senin, 10 Desember 2012

SURAT CINTA UNTUK REMAJA MUSLIM


Wahai remaja muslim. Bagaimana kabarmu? Semoga kalian senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat. Bagaimana kabar hatimu? Apakah di dalam hatimu masih ada ruang untuk cintamu kepada Alloh ta’ala? Semoga saja ada dan senantiasa ada. Bukankah Alloh lah tempat kita berasal dan Alloh lah tempat kita kembali kelak?
Wahai remaja muslim, Alloh ta’ala mengundangmu ke surga-Nya. Jagalah dirimu, jagalah tubuh yang telah Alloh ta’ala percayakan kepadamu. Tutuplah aurotmu. Pakailah pakaian yang bersih, baik, pantas, dan menutup aurot. Bagi wanita muslimah, pakaiannya menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Bagi laki-laki muslim, bajunya menutup badan dan celananya sampai di bawah lutut.
Wahai remaja muslim, apakah kalian sudah mengetahui bagaimana seharusnya kita, umat nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam, berpakaian? Yuk, kita belajar bareng-bareng. Bismillah…
Kriteria pakaian yang seharusnya remaja muslim pakai itu ada empat: 
Yang pertama, pakaian kita itu menutup aurot. Apakah aurot itu? Aurot adalah bagian tubuh yang (menurut syariat) harus ditutup. Kita sudah tahu kan batasan aurot itu?       
Aurot wanita muslimah itu seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan.
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya….” (QS. An Nuur [24] : 31).
Menurut Ibnu Umar RA. yang biasa nampak adalah wajah dan telapak tangan.
Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata : “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini dan ini [sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan]”. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).
Menutupkan khumur (jilbab) ke dada.
“…. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada…” (QS. An Nuur [24] : 31).
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59).
Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau dalam bahasa kita disebut jilbab. Ini menunjukkan bahwa kepala dan dada adalah juga termasuk aurot yang harus ditutup.
Sedangkan aurot laki-laki muslim adalah antara pusar dan lutut.
Dari Muhammad bin Jahsyi, ia berkata: Rasulullah Saw melewati Ma’mar, sedang kedua pahanya dalam keadaan terbuka. Lalu Nabi bersabda: “Wahai Ma’mar, tutuplah kedua pahamu itu, karena sesungguhnya kedua paha itu aurot.” [HR. Ahmad dan Bukhari, lihat Ahkamush Sholat, Ali Raghib].
Rasulullah Saw pernah berkata kepada Ali ra: “Janganlah engkau menampakkan pahamu dan janganlah engkau melihat paha orang yang masih hidup atau yang sudah mati.” [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shafwât at-Tafâsir, Muhammad Ali ash-Shabuni].
Yang kedua, pakaian kita itu tidak tipis dan tidak transparan atau menerawang. Artinya ya pakaian yang benar-benar menutup aurot. Yang ketiga, pakaian kita itu juga tidak ketat (memperlihatkan lekuk tubuh). Masih ingat kan nasehat dan peringatan dari Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam yang sangat mencintai kita, bahwa salah satu penghuni neraka nanti adalah, mereka yang berpakaian tapi telanjang (pakaiannya tipis-transparan / ketat).
“Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” (HR.Muslim)
Yang keempat, laki-laki tidak memakai pakaian khusus wanita, begitu juga sebaliknya.
Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhu, dia menceritakan : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang laki-laki yang bersikap seperti wanita dan wanita seperti laki-laki“.
Sedangkan dalam riwayat yang lain disebutkan : “Rasululloh shollallohu alaihi wa sallam melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki“. (H.R. Bukhari).
Begitulah seharusnya kita remaja muslim berpakaian. Wah repot banget..! Ribet banget..! Emmm.. Sebenarnya enggak juga. Repot dan ribet enggaknya itu karena kebiasaan. Kalau kita sudah terbiasa memakai pakaian yang menutup aurot dengan sempurna, kita akan merasa gak nyaman ketika memakai pakaian yang terbuka, tipis-transparan, ataupun ketat. Gak percaya?! Coba aja deh. Begitu juga sebaliknya. Kalau kita sudah terbiasa memakai pakaian yang serba terbuka, serba tipis, dan serba ketat, mau ganti pakaian yang menutup aurot, agak tebal dikit, dan agak longgar pada awalnya akan terasa aneh. Kurang nyaman. Namun lama-kelamaan pasti menjadi nyaman. Lagian, kita kan musti ingat. Kita ini hidup bukan hanya di dunia yang fana ini saja, tapi juga di akhirat. Apapun yang kita lakukan di dunia ini akan ada akibatnya di akhirat kelak, mengantarkan kita ke surga yang penuh nikmat, atau menjerembabkan kita ke jurang neraka yang penuh siksa. Dan apapun yang diatur oleh Alloh ta’ala, pastilah itu baik bagi kita, di dunia dan di akhirat. Bukankah kita sudah ridlo bahwa hanya Alloh lah Tuhan kita?? Kalau memang begitu, yuk menjalankan perintah Alloh ta’ala. Coba aja dulu deh… dengan niat yang baik dan bener. Bismillah… semoga Alloh ta’ala ridlo kepada kita. Semoga Alloh ta’ala tambah sayang kepada kita.
Terakhir, saya kutipkan penjelasan dari Prof. Dr. M. Qurais Shihab, MA., penulis tafsir al-Misbah dan direktur Institut Ilmu al-Quran Jakarta, tentang pakaian, aurot, dan keterlibatan syetan terhadap terbukanya aurot manusia.
Al-Quran  surat  Al-'Araf (7): 20 menjelaskan peristiwa ketika Adam dan Hawa berada di surga:
“Setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan pada keduanya apa yang tertutup dari mereka, yaitu aurotnya, dan setan berkata, "Tuhan kamu melarang kamu mendekati pohon ini, supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (di surga)."
Selanjutnya dijelaskan dalam ayat 22 bahwa:
“...setelah mereka merasakan (buah) pohon (terlarang) itu tampaklah bagi keduanya aurot-aurotnya, dan  mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga...”
Terlihat jelas  bahwa  ide  dasar  yang  terdapat  dalam  diri manusia adalah "tertutupnya aurot", namun karena godaan setan, aurot manusia terbuka. Dari ayat di atas kita juga tahu bahwa ide "membuka aurot" adalah ide setan, dan karenanya tanda-tanda kehadiran  setan  adalah terbukanya aurot.  Sebuah  riwayat  yang  dikemukakan oleh Al-Biqa'i  dalam  bukunya  Shubhat  Waraqah  menyatakan  bahwa ketika  Nabi  Saw. belum memperoleh keyakinan tentang apa yang dialaminya di  Gua  Hira  --apakah  dari  malaikat  atau  dari setan--  beliau  menyampaikan  hal  tersebut  kepada  istrinya Khadijah. Khadijah  berkata,  "Jika  engkau  melihatnya  lagi, beritahulah  aku".  Ketika  di  saat  lain  Nabi  Saw. Melihat (malaikat) yang  dilihatnya  di  Gua  Hira,  Khadijah  membuka pakaiannya  sambi1  bertanya,  "Sekarang,  apakah engkau masih melihatnya?" Nabi  Saw.  menjawab,  "Tidak,  ...  dia  pergi." Khadijah dengan penuh keyakinan berkata, "Yakinlah yang datang bukan setan, ...  (karena  hanya  setan  yang  senang  melihat aurot)".
Dalam hal ini Al-Quran mengingatkan:
“wahai putra-putra Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia (telah menipu orang tuamu Adam dan Hawa) sehingga ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurot mereka berdua” (QS Al-A'raf [7]: 27).
Jadi, marilah kita menutup aurot kita karena pada dasarnya manusia itu sesuai fitrah senang menutup aurotnya. Dan syetanlah yang memiliki ide untuk membuka aurot dan suka melihat aurot manusia. Kita gak mau kan jadi teman dan tontonan syetan setiap hari?
Hanya kepada Alloh lah kita menyembah. Hanya kepada Alloh lah kita memohon pertolongan. Semoga Alloh ta’ala memantapkan hati kita untuk senantiasa menutup aurot. Amin. (tj)