Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Kesan Baca: 7 Keajaiban Rezeki

Judul: 7 Keajaiban Rezeki
Penulis: Ippho "right" Santosa
Jml. Hal: 192
Penerbit: PT. Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2010 (cetakan ke-23 Maret 2012)

Buku yang ditulis oleh seorang pakar otak kanan ini, begitu sementara orang menyebutnya, menawarkan langkah-langkah praktis untuk mempercepat pencapaian kesuksesan baik itu dalam hal keuangan, kesehatan, hubungan, impian, prestasi, maupun jodoh. Seperti buku-buku yang pernah ia tulis sebelumnya (10 Jurus Terlarang, 13 Wasiat Terlarang, Marketing is Bullshit...), penulis menggunakan pendekatan otak kanan -kreatifitas- yang merupakan ciri khas yang menempel erat pada karakternya, namun kali ini dengan sentuhan Islami yang sangat kental.

7 Keajaiban yang dimaksud adalah Sidik Jari Kemenangan (Lingkar Diri), Sepasang Bidadari (Lingkar Keluarga), Golongan Kanan (Lingkar Diri), Simpul Perdagangan (Lingkar Sesama), Perisai Langit (Lingkar Diri), Pembeda Abadi (Lingkar Diri), dan Pelangi Ikhtiar (Lingkar Diri).

#1 Sidik Jari Kemenangan
Setiap orang adalah unik dan memiliki cara-cara tersendiri untuk meraih kemenangan. Seringkali keunikan itu hanya berlaku pada dirinya sendiri. Langkah pertama: Temukan Keunikan Kita..!! 

#2 Sepasang Bidadari
Bidadari yang pertama adalah sang Ibu yang merupakan washilah penciptaan kita. Wanita yang mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan kita. Bidadari yang senantiasa mencurahkan cinta dan kasih sayangnya kepada kita. So, mintalah doa dari Ibu. Buatlah sang ibu ridho kepada kita!
Bukankah keridhoan Tuhan Yang Maha Kuasa itu terkait erat dengan keridhoan Ibu kita?!

Sedangkan bidadari yang kedua tidak lain d`n tidak bukan adalah pasangan kita. Kalau Anda seorang laki-laki, berarti dia bernama bidadari. Kalau Anda seorang perempuan, berarti dia bernama bidadaro... hehe
Ini berarti bahwa keajaiban yang satu ini hanya bisa didapat oleh orang yang sudah menikah. Kalau saat ini Anda belum menikah, ya segera saja rencanakan pernikahan itu! Ya, itung-itung, nabi Muhammad itu menikah di usia 25 tahun. Ya, menikahlah pada usia itu atau sekitar itu..
Mari selaraskan impian kita dengan 2 bidadari itu. Mari berdoa bersama!

#3 Golongan Kanan 
Kata Mas Ippho, otak kanan itu terkait erat dengan yang namanya kreatifitas, intuisi, dan imajinasi. Tidak terkungkung oleh logika dan seringkali tidak masuk akal. Lebih suka spontanitas dan melihat langsung hasilnya dengan cara “mengerjakan”.

Menurut KH. Ihya Ulumiddin, “inti otak kanan adalah kepaserahan”. Maksudnya ya kita nurut aja apa yang diperintah oleh Alloh ta’ala. Kalau kita diperintah sholat fardlu, sholat tahajjud, sholat dhuha, sedekah, berbuat baik kepadaorang tua, ya kita nurut aja. Gak perlu banyak tanya. Udah kerjakan aja. Wong yang memerintahkan itu Yang Mengatur Kehidupan kok.. Pasti deh hasilnya baik!!

#4 Simpul Perdagangan
Nabi Muhammad itu (pernah) menjadi seorang pedagang internasional. Istri beliau pun seorang sudagar yang sukses. Sepuluh sahabat nabi yang dijamin masuk surga, mayoritas bekerja sebagai pedagang. Pendiri NU dan Muhammadiyah pun juga merupakan pengusaha. Jadi memang Islam itu dekat dengan perdagangan. Teladan-teladan kita pun ternyata seorang pedagang.
Siapakah yang menguasai dunia saat ini??
Iya, mereka adalah para pedagang, para pengusaha..!!

#5 Perisai Langit
Apa yang diajarkan agama agar kita sehat?
-        Puasa
-        Tahajjud
-        Sedekah
-        Tidak masuk akal ya?? Benar, bagi otak kiri.

Agar rezeki bertambah, apa yang diajarkan agama?
-        Sedekah
-        Shalat Dhuha
-        Shalat Tahajjud
-        Istighfar
-        Dzikr
-        Tawakkal
-        Syukur
-        Menikah
-        Berhaji
-        Berumrah
-        Memperbaiki ibadah; terutama sholat fardlu!!
-        Benar-benar tidak masuk akal kan?? Iya. Dengan otak kiri!

Namun begitulah yang diajarkan agama Islam. Ini bukan tentang masuk akal atau tidak masuk akal. Tetapi tentang keyakinan! Kalau memang Alloh ta’ala yang menciptakan dunia seisinya ini, yang menjamin kehidupan semua makhluq di alam raya ini, yang Maha Pemberi Rezeki, mengatakan semua hal itu, tentu 1000% hal itu benar. Tidak ada keraguan sedikit pun! Pasti benar!!

Ada cerita nih…
“Mas kenapa sampean tidak mau bersedekah?”
“Saya takut miskin”
“Emang mas pernah kaya?!”
“…???”
Hahaha. Begitulah adanya. Dalam sejarah kehidupan manusia, tidak diketemukan orang yang banyak sedekahnya malah jadi miskin (kalau yang memilih hidup sederhana, ada). Yang ada, tambah kaya, tambah kaya, dan tambah kaya!!

#6 Pembeda Abadi
Apa yang paling Anda minati>
Apa yang paling Anda kuasai?
Apakah hal yang paling Anda minati dan kuasai itu menghasilkan?
Apakah hal itu membuat Anda bahagia?
Dan apakah hal tersebut sesuai dengan persepsi publik kepada Anda?
Kalau kita berhasil menjawab 5 pertanyaan ini, berarti kita telah menemukan kekuatan utama, Pembeda Abadi kita! Selamat!!

#7 Pelangi Ikhtiar
-        Impian
-        Tindakan
-        Kecepatan
-        Keyakinan
-        Pembelajaran
-        Kepercayaan
-        Keikhlasan

“segala sesuatu itu serba mungkin”
Bahasa ilmu teologinya, “sifat Kuasa dan Kehendak Allah ta’ala itu berkaitan dengan segala kemungkinan”.
Jadi jika Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. Oleh karena itu beranilah bermimpi besar, bercita-cita tinggi..!!

Syarat utama pemenang itu adalah DNA= Dream N Action!! Jangan biarkan mimpi Anda hanya berada di alam mimpi. Ayo kita bawa impian-impian kita ke alam nyata dengan TINDAKAN. Dream cukup satu, Action minimal tujuh!!

Now or Never..!! Kerjakan sekarang. Kerjakan dengan cepat..!

Apakah Anda yakin bahwa Allah ta’ala itu Maha Kuasa? Apakah Anda yakin akan janji-Nya? Apakah Anda yakin akan kalam-Nya? Apakah Anda yakin jika Anda bersedekah, sholat fardlu berjamaah di awal waktu, sholat tahajjud, sholat dhuha, berbuat baik kepada orang tua, maka urusan Anda akan mudah, lancar, dan semakin hari semakin baik??
Jika iya, berarti iya! Jika tidak, berarti tidak!!

Belajarlah!!
Belajarlah dengan action-oriented.  Belajarlah dengan mengajar. Belajarlah langsung dari orang-orang yang sudah terbukti sukses!!

Bayangkan!! Tidak seorang pun percaya kepada Anda kalau Anda bisa mengerjakan sesuatu hal dengan baik. Tidak seorang pun percaya kepada Anda kalau Anda bisa membuat produk yang berkualitas. Tidak seorang pun yang percaya kepada Anda kalau Anda bertanggung jawab, jujur, dan dapat dipercaya.
Apakah Anda bisa berkembang maju? Apakah Anda bisa sukses dalam usaha?? Integritas itu penting! Tumbuhkan, bangun, dan jaga itu yang namanya kepercayaan!!

Terakhir. Apakah Anda ingin jika semua hal yang Anda usahakan dengan sungguh-sungguh dalam hidup Anda di dunia ini kelak bisa Anda rasakan nikmatnya di akhirat? (tentunya dengan kadar kenikmatan yang berlipat-lipat)
Jika iya jawabannya, mari gandeng tangan saya. Mari kita ikhlaskan dream dan action kita. Mari kita niatkan semua usaha kita itu untuk mendapatkan ridha Alloh ta’ala.

Buku 7 Keajaiban Rezeki ini memang buku yang action-oriented. Jadi ya cocok banget untuk orang-orang yang suka "praktis". Silahkan baca selengkapnya, praktekkan, dan rasakan hasilnya. Kalau sampeyan sedang bokek gak punya duit untuk beli, ya ke sini aja, jl gubeng kertajaya 5 C no.5, saya pinjami.

Semoga bermanfaat. (tj)



Kamis, 12 Januari 2012

PECEL PINCUK, Bu Aisyah, dan Shodaqoh


Pagi ini saya bersama Kostas pergi ke warung Pecel Pincuk Surabaya di Jl. Jemursari nomor 189. Pagi ini jam 08.00 waktu Indonesia bagian barat kami ada janji bertemu dengan pemilik warung tersebut. Namanya Bu Hj. Siti Aisyah, seorang ibu bagi lima anak, owner Pecel Pincuk Surabaya, pengusaha di bidang design interior di Jakarta Selatan, pendiri Yayasan Cahaya Kusuma Surabaya, salah satu donatur Rumah Zakat, dan seorang nenek dari tiga cucu. Pagi ini kami bertemu beliau di warungnya, Pecel Pincuk.

Kostas memperkenalkan diri terlebih dahulu dan menyampaikan maksud dan tujuan kami bertemu Bu Aisyah. Walaupun beberapa waktu yang lalu kami bertemu dengan beliau di masjid al-Akbar Surabaya dalam kegiatan Merangkai 1000 Senyum Anak Yatim, waku itu kami hanya berkenalan sebentar dan bertukar kartu nama. Kostas menyampaikan bahwa saat ini dia sedang melakukan penelitian tentang pengelolaan zakat, infaq, shodaqoh (ZIS) oleh lembaga amil zakat swasta di Indonesia. To the point, dia menyatakan bahwa dia ingin mewawancarai bu Aisyah sebagai salah seorang donatur Rumah Zakat, sebagai founder Yayasan Cahaya Kusuma (sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang sosial; memberikan batuan biaya sekolah untuk anak-anak yatim, memberdayakan ibu-ibu melalui kegiatan mikro-bisnis, menyediakan asrama bagi santri penghafal al-Quran, dan menyediakan sarana klinik gratis bagi warga tidak mampu dan murah bagi warga yang mampu), sekaligus sebagai pengusaha muslimah.

Ibu yang ramah, murah senyum dan energik ini langsung antusias menjelaskan sejarah beliau sebagai pengusaha dan founder Yayasan Cahaya Kusuma.
"Saya melakukan hal ini sebagai ungkapan syukur saya kepada Alloh. Saya kan senantiasa diberi kecukupan oleh Alloh, ya saya bersyukur dengan berbagi kepada mereka yang kurang mampu. Saya senang bila bisa membantu orang lain yang membutuhkan. Saya senang bila melihat mereka tersenyum bahagia"
Bu Aisyah mengawali kisahnya.
"Kemaren pas acara Merangkai senyum 1000 anak yatim itu, saya sempat menangis bahagia. Dalam kegiatan tersebut, saya dan teman-teman memang bertujuan agar pada hari itu anak-anak yatim yang tidak dibina di panti asuhan itu bisa tersenyum. Kami sengaja memilih mereka yang tidak tinggal di panti. Kami pilih mereka yang tinggal dan hidup bersama ibu mereka (yang janda). Menurut kami mereka lebih membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, mereka bahagia bisa bersholawat bareng Hadad Alwi. mereka bahagia bisa makan kue dan nasi kotak serta minum teh pucuk harum itu. mereka bahagia membawa pulang uang yang tidak seberapa nilainya itu. mereka bahagia membawa pulang tas yang berisi peralatan sekolah dan makan siang dari KFC itu. Kami pun bahagia"

Bu Aisyah kemudian menjelaskan panjang lebar bahwa 4 hari sebelum hari -H acara tersebut, dia sempat masuk UGD. Dia kurang tidur, telat makan, mumet dan depresi karena empat hari sebelum hari -H dana yang terkumpul masih sangat sedikit. untuk tas anak yatim dibutukan 20 juta. uang saku = 20 juta untuk seribu anak tersebut. untuk konsumsi selama acara butuh 15 juta. dan lain-lain. Sementara itu dana yang yang sudah terkumpul belum ada separo. Di tengah kemumetannya, patner kerjanya di yayasan cahaya kusuma mengadem ayemkan dia dg berkata, "bu, tenang saja,  pasti Alloh memberi pertolongan". Apa yang disampaikan oleh ustadz yang aktif di masjid Al-Falah itu terbukti benar. Hari selanjutnya, datang donasi yang mengalir deras dari nama-nama yang tidak terduga. Bahkan sampai hari -H masih saja ada dermawan yang mentrasfer donasinya. Alhamdulillah, dananya cukup, bahkan masih ada surplus yang rencananya akan digunakan untuk kegiatan buat anak yatim di bulan Romadlon nanti.

Anak ke 4 dari 19 bersaudara ini menceritakan karir usahanya. "usaha itu harus jujur. sudah sekitar 30 tahun saya tidak pernah berbohong, walaupun hanya sekali. saya sudah membuktikan bahwa dengan jujur saya bisa sukses. dulu tahun 1998 saya jualan pecel pincuk sebagai pedagang kaki lima. waktu itu kan lagi krismon (krisis moneter -red), banyak usaha tutup. saya yang semula kontraktor juga gulung tikar. banyak karyawan yang di-PHK. saya memilih menjual nasi pecel karena saya tahu bahwa selain harganya yang murah, walaupun krisis, semua orang kan tetep butuh makan. apalagi mayoritas orang surabaya suka pecel".
Kostas terlihat terkejut mendengar bahwa sebelum menjadi seperti sekarang, Bu Aisyah pernah jualan pecel sebagai pedagang kaki lima di pinggir jalan jemursari. "lalu bagaimana ceritanya Ibu bisa jadi seperti sekarang?", Kostas bertanya.

"saya senantiasa berdoa. Ya Alloh. jadi pedagang kaki lima nya jangan lama-lama ya... jadikanlah bintang lima ya Alloh. walau hanya kaki lima, omzet penjualannya luar biasa. sehari saya bisa bawa pulang uang sejumlah empat juta-an. Ibu saya pernah bilang ke saya bahwa beliau tidak percaya. akhirnya saya telpon beliau saya minta ke tempat saya jualan dan menjadi kasir sampai selesai. lalu saya tinggal pergi. sorenya saya datangi dan beliau saya beri kalkulator untuk menghitung uang yang ada di toples. beliau baru percaya bahwa apa yang saya katakan benar dan saya serahkan semua uang tersebut ke ibu saya itu. beliau senang sekali. alhamdulillah tiga tahun sesudahnya saya bisa membeli tanah yang kemudian saya bangun warung 2 lantai seperti sekarang ini" Bu Aisyah menjelaskan. "tu lihat, warung saya ini sering masuk koran, beberapa artis seperti Delon pernah ke sini. Ustadz Yusuf Mansur pun pernah makan di sini", tambah bu Aisyah sambil menunjuk koleksi kliping surat kabar yang memberitakan warung pincuk. Surat kabar itu dipigura serta dijadikan hiasan dinding.

"yang penting dagang itu harus jujur. dulu suami saya adalah marketing Astra. kadang-kadang, karena tugas dan profesinya, dia berbohong kepada customer. saya ajak dia untuk berwirausaha. saya minta dia keluar dari perusahaannya. saya ajak dia untuk jualan dengan jujur. dia sempat meragukan saya. dia bilang 'masak bisa sukses dengan jujur'. saya pun buat kesepakatan dengan dia, 'kalau selama tiga tahun kita julan dengan jujur tapi tidak sukses, kita cerai saja'. saya berani karena saya yakin bahwa dengan jujur saya bisa sukses. saya yakin karena saya tahu sendiri, orang tua saya dulu juga pengusaha yang jujur. dan beliau bisa sukses".

Putri seorang pengusaha kontraktor di era 60-80 an yang juga seorang ketua organisasi Islam di Surabaya Selatan ini menceritakan berdirinya Yayasan Cahaya Kusuma. Beliau menyampaikan bahwa sejak dulu ketika menjadi kontraktor, kemudian jualan pecel sebagai pedagang kaki lima, selain senantiasa jujur dan berdoa kepada Alloh, ada satu lagi resep yang beliau yakini sebagai salah satu sebab kesuksesan beliau saat ini, yaitu banyak bersedekah. "peduli dan berbagi itu kan membuat hati bahagia. dulu sebelum yayasan ini didirikan, saya sering mengajak teman-teman saya sesama pengusaha, orang tua teman anak saya di al-Azhar, untuk berbagi. menyisihkan sebagian harta mereka untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan. setelah cukup lama hal itu berjalan, ada teman saya yang mengusulkan agar didirikan yayasan sosial aja, biar bisa lebih maksimal. akhirnya di tahun 2004 yayasan cahaya kusuma ini didirikan, akte notarisnya baru bisa di buat tahun 2011 lalu. misi utama yayasan ini adalah berkhlaq mulia, peduli, dan berbagi. tahun ini kami berusaha untuk memberdayakan ibu-ibu anak yatim itu dengan melatih mereka membuat souvenir; tasbih, hiasan jilbab, gelang, dan lain-lain. kami siapkan bahan bakunya, mereka yang buat, kami beri uang mereka sesuai jumlah yang mereka buat, dan kami pasarkan produknya. labanya kami masukkan kas Yayasan Cahaya Kusuma".

Semakin lama, obrolan semakin menjalar ke mana-mana. Wanita yang di dalam darahnya mengalir darah Banjarmasin ini menceritakan keadaannya sekarang. Sejak lima tahun yang lalu beliau beserta keluarga pindah ke Jakarta. Di sana merintis usaha design interior bersama suami. "al-hamdulillah. walaupun kantor kami kelihatan kecil bahkan cenderung kumuh, orderan terus berdatangan silih berganti. saya yakin ini karena Alloh yang membukakan pentu kemudahan rezeki. suami saya pernah menggarap orderan untuk design interior salah satu ruang kerja di gedung DPR. kemaren setelah acara bersama seribu anak yatim, saya belum kembali ke Jakarta, sudah dapat balasan berupa pesanan rombong burger sejumlah 120 buah yang bernilai sekitar 120an juta. omzet bulanan perusahaan kami mencapai 500 juta an per bulan. alhamdulillah. bisa digunakan untuk berbagi lebih banyak lagi".

Kami mengakhiri obrolan pagi ini dengan mencicipi pecel pincuk milik Bu Aisyah itu. Kostas yang tidak suka makanan pedas, karena bisa membuat perutnya mules-mules, beruntung karena di warung itu disiapkan sambal pecel yang tidak pedas khusus bagi mereka yang anti pedas. Saya mengambil piring yang di atasnya ada pincuk, mengambil nasi secukupnya, kulupan daun singkong, mentimun, tauge, daung kemangi, sambel pecel pedas, sepotong ayam goreng serta rempeyek guyih. emmm. Ternyata benar, silaturrahim mendatangkan rezeki. (.tj.)